internet marketer semarang

Pengisian Konten Branding Sosial Media

Magic Datang dari Konten Sosial Media yang Menarik

Di tiap harinya ada jutaan konten baru di Facebook, namun tidak semuanya merupakan konten yang berguna dan menarik bagi target market anda. Konten yang berguna dan menarik inilah asal magic yang akan terjadi bagi brand atau usaha anda, dan disinilah fokus anda sebagai marketer harus berada.

Dengan berfokus pada satu niche, satu tema, dengan tujuan untuk memberikan informasi atau hiburan yang berguna dan layak dishare bagi pembacanya akan membuat konten anda menonjol diantara jutaan konten bertema sama yang hadir di Facebook setiap harinya.

Sederhana saja untuk mengecek bahwa konten anda kira-kira berguna atau tidak, cukup pertanyakan pada diri anda, “seandainya saya membaca konten seperti ini, apakah saya sendiri tertarik?”

Disini kreativitas anda diuji, karena audiens social media selalu menuntut akan konten yang menarik perhatian mereka.

Kenali Audiens Anda

Hal yang terlupakan oleh marketer internet pemula adalah, mereka lupa bahwa pada dasarnya sosial media adalah media untuk melakukan sosialisasi. Sehingga isi konten mereka hanya berbicara mengenai diri sendiri tanpa pemahaman yang jelas mengenai audiens mereka. 

Apa yang mereka butuhkan, apa topik dan kata kunci yang membuat mereka bergairah, atau gaya bahasa seperti apa yang mereka sukai. Ini sebenarnya adalah prioritas utama yang harus anda miliki dalam penulisan konten media sosial anda.

Banyak marketer yang berfokus pada detail kecil, namun sebenarnya itu baru ada di permukaan saja. Hal terpenting yang anda harus lakukan adalah mengenali audiens anda.

Anda harus memahami apa yang mereka sukai, apa yang tidak mereka sukai, apa konten yang mereka sukai, produk apa yang biasa mereka pakai. 

Bila anda masih belum memiliki jawabannya, anda hanya bergantung kepada faktor keberuntungan dalam berjualan kepada mereka.

Anda harus memiliki pemahaman yang jelas mengenai audiens anda, sehingga anda selalu bisa memegang kendali arah percakapan yang terjadi. 

Sama seperti marketing tradisional, bukan? 

Hal yang sama juga terjadi dalam jasa digital marketing. Anda akan berusaha menjual layanan untuk orang tua kepada anak muda bila anda salah dalam menentukan hal ini.

Mengenali audiens anda merupakan aspek yang pertama dan paling penting untuk meraih konversi yang lebih baik bagi usaha nda.

Terdapat tiga area utama yang harus anda buat sebagai garis besar sebagai pegangan anda seblum melangkah ke area selanjutnya:

  • Frase yang mereka sukai
  • Apa yang mereka inginkan
  • Apa yang mereka tidak sukai

Berbagai fasilitas analitik menyediakan laporan yang baik mengenai orang seperti apa yang mengunjungi website anda.

Namun masalah dalam sebagian besar analitik adalah, data yang mereka sajikan berupa data kompleks yang tidak bisa ditelaah dengan cepat. 

Bila anda tidak mengerti cara membaca data yang ada di analitik anda, anda hanya akan mengambil sebagian kecil data yang bisa anda kumpulkan, tanpa mengerti apa kesalahan yang anda lakukan untuk meningkatkan performa akun anda.

Luangkan waktu dan tenaga anda untuk mengenali siapa audiens anda dan membuat konten yang sesuai dengan apa yang diminati oleh audiens anda. 

Anda akan menciptakan satu konten yang komunikatif, hangat, dan terasa dekat dengan audiens anda.

Mengetahui audiens anda akan membantu anda untuk memahami apa konten dan pesan yang memang disukai audiens anda. 

Sesudah anda mengerti ide apa yang harus anda sampaikan, mengenali audiens anda akan membuat anda memahami juga gaya bahasa yang anda harus gunakan untuk berbicara dengan optimal kepada mereka.

Pesan marketing yang baik akan membuat audiens anda merasa bahwa anda bisa membaca pikiran mereka atau memiliki masalah yang sama dengan anda. 

Berbicara mengenai kehidupan sehari-hari, apa yang menyusahkan mereka setiap hari, dan apa yang membuat mereka bahagia, akan membuat audiens anda akan dengan mudah mengikuti anda, mendengarkan saran anda, dan merasa anda adalah bagian dari mereka.

Bayangkan bila anda memiliki satu masalah yang biasa anda hadapi setiap hari. Bisa saja merupakan masalah yang juga dialami teman-teman dan tetangga anda, intinya merupakan masalah yang biasa anda temui di kehidupan anda dan teman kerja anda yang memiliki standar hidup yang sama dengan anda.

Kini bayangkan bahwa ada seseorang yang bercerita bahwa ia pun memiliki masalah yang sama, dan mengerti permasalahan yang anda harus lalui setiap harinya. Orang ini mengerti anda.

Ia bisa mendeskripsikan apa masalah anda dengan baik, bahkan lebh baik dari cara anda mendeskripsikan masalah yang anda hadapi sendiri. 

Yang anda lakukan hanya mengiyakan saja setiap kalimatnya, bahkan ketika ia menawarkan produk yang ia gunakan sebagai solusi permasalahan tersebut anda pun langsung membelinya tana berpikir panjang lagi.

Bayangkan bila anda memiliki kemampuan seperti ini. Menjual apapun akan terasa mudah, karena anda dianggap bisa membaca pikiran.
Dengan memahami audiens anda, anda bisa:

  1. Mendapatkan lebih banyak leads, karena orang merasa bahwa anda bagian dari mereka.
  2. Mendapatkan lebih banyak penjualan, karena orang merasa bahwa anda mengerti mereka
  3. Closing pun bisa dilakukan dengan mudah, karena orang merasa bahwa anda memberikan solusi.

Makin dalam anda mengenali audiens anda, akan makin bertenaga SEO dan akun media sosial anda.

Luangkan waktu dan tenaga anda untuk mengenali siapa audiens anda dan membuat konten yang sesuai dengan apa yang diminati oleh audiens anda. Anda akan menciptakan satu konten yang komunikatif, hangat, dan terasa dekat dengan audiens anda.

Bila anda lebih suka untuk mempelajari melalui video, silahkan kunjungi link video kami disebelah kiri untuk tutorial yang lebih jelas

Pahami Perangkat yang Sering Digunakan Audiens Anda

Sebagian besar pengguna Facebook membaca timeline dari handphone. Ini artinya mereka melakukan scrolling dengan cepat, memiliki perhatian yang singkat dan mudah berubah karena pengaruh apa yang terjadi di lingkungan sekitar mereka selama membuka Facebook.

Memahami bagaimana audiens anda menggunakan perangkat mereka untuk berinteraksi dengan platform yang anda gunakan baik website ataupun media sosial anda, juga perlu anda perhatikan dalam hal User Experience mereka terhadap brand anda. 

Hal ini merupakan analisa audiens anda yang disebut sebagai teknografi, dalam rencana digital marketing anda.

Jadi selain mampu menarik perhatian, konten andapun harus pendek, singkat, to the point dan tidak bertele-tele, dan save the best for first. 

Anda hanya punya waktu 8 sampai 10 detik perhatian penuh bagi pembaca serius (dan lebih singkat bagi pembaca tak serius), jadi usahakan konten inti anda bersifat menghibur, jelas, namun tak terburu-buru atau memaksa selama 8-10 detik pada durasi awal konten anda.

Dan karena sekarang semua website dan media sosial sudah didesain untuk perangkat smartphone, disinilah mulai muncul pentingnya pemosisian ibu jari relatif terhadap layar smartphone. 

Ketika kita memegang smartphone dengan satu tangan, ibu jari akan secara alami ditugaskan untuk menjelajah layar, bahkan menurut penelitian yang dilakukan Hoober ibu jari melakukan lebih dari 75% interaksi di layar smartphone anda.

Akan tetapi, kenyamanan dan akurasi tidaklah berjalan beriringan. Ini dapat dilihat dari area zona nyaman ibu jari anda ketika melakukan penjelajahan di layar smartphone anda.

Pengisian konten sosial media

Ini merupakan zona nyaman bagi navigasi konten di smartphone, yang lebih dikenal sebagai “the thumb zone” yang merupakan “zona nyaman” bagi pengguna untuk berinteraksi dengan layar smartphone mereka dalam melayari konten anda.

Pastikan konten utama anda berada di zona Thumb Zone ini, karena ibu jari adalah penggerak navigasi konten pengguna. 

Pertimbangan prinsip ergonomis ini harus mempengaruhi layout interface untuk pengguna anda.

Pergerakan alami ibu jari pengguna haruslah menjadi pertimbangan utama dalam desain konten anda. 

Selalu pertimbangkan apakah konten anda berada dekat dengan ibu jari dan mudah diklik dengan cepat. Ini karena area terbaik adalah ada di area ibu jari anda, pertimbangkan pula hal ini bila anda meletakkan konten anda di media sosial. 

Selalu tempatkan fokus konten pada posisi kuku ibu jari pengguna anda, yaitu tepat ditengah gambar.

Untuk lebih jelasnya, kami sudah membuat episode pembelajaran ini di channel Youtube kami

Reshare Konten Viral

Sedang ada hal yang viral di internet? Tak masalah untuk melakukan reshare di akun bisnis anda, namun ada beberapa poin yang penting untuk diperhatikan;

  1. Timing
    Waktu anda harus tak boleh terlalu lama sebelum kejadian, karena kalau tidak konten itu sudah terlanjur basi. Ingat, ada ratusan akun lain yang melakukan reshare atas hal yang sama. Jadi anda pun harus bergerak cepat.
  2. Unik
    Walaupun reshare, anda harus menyertakan teks konten yang membedakan reshare anda dari reshare post yang lain.
  3. Jangan Melenceng. 
    Telitilah dengan reshare anda. Jangan sampai konten yang anda sebarkan melenceng jauh dari suara brand anda, karena itu akan membuat pengisian konten branding sosial media anda menjadi sedikit sumbang.
Tak sulit untuk mencari konten yang layak untuk direshare, cukup ikuti dengan teratur media yang ramai digunakan orang, seperti kaskus atau kompas,  dan cari artikel yang paling banyak dibaca atau dikomentari.
 

Kesan pertama memang sedikit berbelit bila anda ingin melakukan reshare konten yang sedang viral, namun untuk melakukan reshare pun ada etikenya tersendiri.

Agar lebih aman, selalu asumsikan bahwa kreator konten memiliki hak penuh terhadap konten yang mereka posting. 

Platform media sosial seperti Twitter dan Instagram pada dokumen Syarat dan Ketentuannya memiliki pasal yang menerangkan bahwa pengguna bisa mempertahankan hak milik terhadap konten yang mereka posting, namun platform media sosial tersebut juga memiliki hak guna terhadap konten tersebut tanpa royalti ataupun fee lainnya. 

Ini berarti bahwa bila seseorang sudah memiliki hashtag brandnya sendiri, atau tag brand anda dalam posting mereka, anda juga ikut memiliki hak terhadap konten tersebut. Namun sebenarnya tidak demikian.

Bila anda bekerja sama dengan influencer dalam campaign anda, atau anda membuat kontes dimana peserta harus mengirimkan foto, maka anda ikut menikmati hak guna konten gambar mereka yang bisa anda rehare, asalkan anda harus secara jelas dan tegas menyebutkannya dalam persyaratan kontes anda.

Namun bila anda ingin melakukan reshare terhadap konten yang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi tersebut diatas, maka selalu lakukan langkah berikut:

Selalu Berikan Kredit

Tak ada yang lebih membuat frustrasi seorang kreator konten bila ia melihat-lihat Instagram atau Facebook, dan melihat konten yang ia buat dishare oleh orang lain tanpa sepengetahuan ia. Memberikan kredit merujuk si pembuat asal selalu memberikan anda perlindungan pertama dari masalah yang bisa jadi akan timbul dikemudian hari.

  1. Selalu masukkan sebaris tulisan yang menjelaskan dari mana anda mengambil foto tersebut. Cukup satu kalimat sederhana seperti “Foto oleh @username” saja sebanrnya sudah cukup
  2. Integrasikan kredit kedalam konten reshare anda. Misalkan “saya baru menemukan foto dari @username ini yang lucu sekali”

Bila Anda Ragu, Tanyakan Saja

Bertanya kepada pemilik konten asli akan memberikan anda wawasan sejauh mana anda bisa menggunakan konten tersebut

Anda dapat mengirimkan DM bertanya mengenai konten yang ingin anda reshare, atau meninggalkan komentar di konten yang anda ingin reshare dan meminta izin terlebih dahulu.


Beberapa perusahaan besar (seperti Apple atau Coca Cola), kadang meninggalkan link yang dapat digunakan oleh pembaca tentang tata cara melakukan reshare konten yang mereka buat. Anda bisa mencari terlebih dahulu laman tersebut dan pelajari sebelum melakukan reshare.

Jangan Share Konten yang Menyiratkan Bahwa Anda Adalah Pemilik Konten Tersebut

Bila yang anda gunakan adalah akun media sosial anda, ini bukan merupakan hal besar pada sebagian besar kasus. Namun bila anda melakukan reshare pada akun bisnis atau brand anda, ini bisa mencederai nama baik brand anda sendiri. Bagaimana anda bisa berharap calon konsumen anda bisa mempercayai anda bila anda sendiri tidak transparan mengenai konten yang anda buat di ranah publik?

Jangan Ganti Konten Secara Dramatis

Bila kontennya menarik perhatian anda, akan menjadi tamparan bagi sang kreator bila anda mengubahnya sesuka hati anda. 

Dan bila sang kreator memiliki akses ke jalur hukum, anda bisa diperkarakan. Bila anda memiliki visi yang berbeda terhadap konten yang anda ingin reshare, akan lebih baik bila anda bertanya dulu kepada kreator konten asli untuk menanyakan apakah boleh anda mengubahnya, dan sejauh mana anda diperbolehkan untuk mengubahnya. 

Sekali lagi perlu kami tekankan bahwa anda juga akan dipertanyakan oleh audiens anda bila anda mengalami masalah dengan konten anda dikemudian hari. 

Dan permasalahan yang timbul hanya karena masalah  konten akan merugikan nama baik digital anda.

 

Pedoman Share Konten di Facebook

Facebook bisa menurunkan konten anda bahkan memblokir akun bisnis anda bila terjadi laporan mengenai pelanggaran hak intelektual. Anda bisa melakukan reshare konten di fanpage anda dengan dua cara:

  1. Share konten fanpage lain langsung di fanpage anda. Ini bukanlah pelanggaran hak intelektual menurut Facebook.
  2. Anda bisa mengunduh, lalu menguploadnya lagi dengan memberikan kredit di akhir tulisan anda.
    Bila fanpage anda sudah terverifikasi, anda bisa mencoba juga tag Facebook Branded Content.

Pedoman Share Konten di Twitter

Twitter merupkan platform media sosial yang paling mudah untuk melakukan reshare – anda cukup melakukan retweet. 

Bila anda mengupload konten dari tweet asli seseorang menggunakan visual yang diciptakan orang lain, tag akun twitter mereka di tweet anda. Anda bisa juga melakukan tag pengguna di foto Twitter mereka sendiri.

Pedoman Share Konten di Instagram

Pastikan selalu untuk memberikan kredit kepada kreator asli, baik tag dalam konten reshare anda ataupun mention. 

Karena sebagaimana Facebook, Instagram juga memiliki fasilitas pengaduan hak intelektual, dimana salah satunya adalah pengkopi konten video dan gambar tanpa seizin kreator asli.

Pedoman Share Konten di Linkedin

LinkedIn mengizinkan share langsung dari laman perusahaan atau profil ke profil, namun tidak dari satu page perusahaan ke page perusahaan lainnya.


LinkedIn memungkinkan anda melakukan tag perusahan lain, namun hanya bila anda melakukan share dari profil pribadi. Pastikan untuk masukkan kredit anda kepada kreator asli bila anda ingin melakukan reshare di akun page Linkedin perusahaan anda.

Pedoman Share Konten di Pinterest

Reshare di Pinterest dikenal sebagai “simpan”/ “save”. Save secara otomatis akan memberitahukan audiens bahwa konten ini diambil dari page tertentu.
Selalu ikuti pedoman ini ketika melakukan reshare konten di laman brand anda.


Namun pada khirnya, konten terbaik adalah konten yang dibuat oleh anda sendiri. Selalu berikan kerja ekstra untuk membuat konten gambar dan video bagi brand anda di media sosial

Gaya Bahasa

Hal lain yang kadang luput dari perhatian adalah gaya bahasa. Anda mau mempersingkat waktu dan malas mengetik panjang, jadi anda menyingkat kata “yang” menjadi “yg” misalkan. 

Atau terkadang anda ingin membuat tulisan yang lucu, dan melupakan gaya bahasa yang baku.

Bila anda melakukan hal ini di akun pribadi hal ini bukanlah masalah. Namun bila ini anda lakukan di akun bisnis atau akun jualan, hal sederhana ini walau terlihat sepele akan cukup melukai brand anda. 

ini karena didasarkan pada analogi sederhana, komunikasi bisnis atau berjualan harus dilakukan pada saat berhadapan dengan orang lain pun harus dilakukan dengan santun dan sopan walaupun orang yang anda hadapi santai, kan?

Temukan Gaya Bahasa Brand Anda

Bila anda sudah memahami audiens anda, hal pertama yang harus segera anda lakukan adalah dengan membuat gaya bahasa brand anda sendiri. 

Gaya bahasa brand anda akan memberikan kepribadian tersendiri bagi brand anda dan bagaimana audiens akan memandang brand anda. Konsisten gunakan gaya bahasa ini pada semua kanal saluran komunikasi anda.

Bila akun anda adalah akun korporat, pastikan gaya bahasa anda formal, dan berkesan memiliki kepakaran dalam bidang anda. 

Namun bila anda perusahaan UKM yang selalu berusahan merangkul end-user anda, akan lebih baik untuk menggunakan gaya bahasa semi non formal dan lebih rileks, bahkan bisa saja anda menggunakan gaya bahasa bercanda dengan audiens anda.

Untuk mencari gaya bahasa yang tepat, anda harus mengetesnya terlebih dahulu di media sosial: jalankan dua posting dan dua iklan dalam gaya bahasa yang berbeda, dan lihat bagaimana respon pasar. 

Lihat mana posting yang memiliki performa lebih baik. Gaya bahasa dan tonasi bisa bervariasi dalam tiap konten media.

Hal pertama yang anda perlu lakukan begitu anda sudah memahami siapa audiens anda, adalah dengan mementukan tonasi dan gaya bahasa yang anda akan gunakan di semua kanal mokunikasi publik brand anda. 

Bila media sosial yang anda tangani adalah media sosial korporat, pastikan gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa formal dengan penekanan pada kepakaran brand terhadap niche yang brand terjuni.

Bila anda adalah UKM yang langsung berurusan dengan end-user, gaya bahasa yang digunakan lebih ke arah informal sampai dengan total non formal, dengan pendekatan merangkul konsumen anda baik melalui topik maupun dari joke yang anda gunakan. 

Untuk menentukan mana gaya bahasa yang disukai pasar, anda bisa melakukannya dengan membuat dua iklan dengan dua gaya bahasa, dan lihat mana yang performanya paling baik.

Tonasi pun merupakan hal penting dalam penyampaian pesan brand, dan dapat bervariasi tergantung pada konten, jenis medium, dan situasi dimana konten tersebut disampaikan. Ketima anda ingin menentukan tonasi, pikirkan terlebih dahulu apa yang kemungkinan akan dirasakan audiens anda;

  • apakah mereka sedang mencari hiburan?
  • apakah mereka sedang mencari informasi?
  • apakah hal yang bisa membangkitkan emosi mereka dalam konten ini?

Bila anda sudah menjawab tiga pertanyaan tersebut, pilihlah kalimat yang sesuai dengan perasaan yang kemungkinan akan timbul. 

Bisa jadi gaya bahasa media sosial brand yang anda pegang biasanya informal, namun tidak masalah bila anda terkadang ingin serius bila topik yang ingin anda kemukakan memang perlu dibicarakan secara serius.

Gunakan Bahasa Penjelasan Yang Lengkap

Konten anda merupakan exposure brand anda terhadap konsumen, jadi benar-benar perhatikan ketepatan penjelasan anda. 

Hindari penggunaan tata bahasa yang memberikan pemahaman bias, apalagi salah ketik.

Hindari penggunaan penulisan kata dengan huruf besar ataupun tanda seru secara berlebihan, karena akan menimbulkan persepsi bahwa anda sedang mencari perhatian. 

Ingat, komunikasi yang nyata, jujur, dan cerdas, akan membuat konsumen anda akan tertarik pada konten anda dan akan kembali untuk konten anda.

Buatlah guideline yang berfungsi sebagai aturan mengenai bagaimana cara brand anda menggunakan tata bahasa, dan tetap berpegang pada tuntunan itu. 

Bila anda masih belum memilikinya, pertimbangkan untuk mulai membuatnya.

Sebagai contoh, Mailchimp memiliki contoh yang baik dan bisa anda jadikan landasan pemikiran di link berikut.

Pedoman ini akan menjadi patokan komunikasi brand anda, termasuk didalamnya gaya bahasa, penggunaan tanda baca, penekanan emosi, dan cara format dalam semua konten anda. 

Gaya bahasa yang stabil akan membuat konten anda akan konsisten, siapapun yang menulis konten tersebut.

Pergunakan Gaya Bahasa yang Sesuai Untuk Medium Anda

Pelajari dengan teliti terlebih dahulu mengenai medium yang anda gunakan, dan sesuaikan dengan konten anda. 

Sebagai contoh, Twitter membatasi posting hanya 140 karakter, jadi gunakan kalimat yang pendek dan padat.

Bila anda menggunakan media Facebook, pertahankan pada satu atau dua kalimat, atau bila konten anda berupa video, gunakan kata yang lebih singkat untuk menggoda pembaca untuk menonton video anda.

Bila Instagram adalah pilihan anda, bermainlah dengan paduan gambar dan kata, untuk menarik perhatian pembaca visual. 

Pastikan pesan brand anda di semua platform jelas, padat, dan sesuai dengan gambar yang anda gunakan.

Selalu Cek Ulang Sebelum Posting

Kesalahan ketik dan kesalahan elemen gambar dapat menggagalkan semua usaha marketing yang paling baik sekalipun. 

Selalu cek ulang dan revisi, periksa kepada orang kedua, dan tegaslah dalam pemilihan kata untuk menghindari miskonsepsi, apapun gaya bahasa yang anda pilih. 

Jangan sampai posting anda harus diturunkan karena kesalahan pemilihan font, kesalahan item produk yang dipromosikan pada gambar, atau mispersepsi yang timbul karena kesalahan permainan kata.

Jangan terlalu liar dalam berimajinasi, namun juga jangan terlalu kaku untuk menghindari hilangnya kesan luwes dalam kata-kata yang anda pilih.

Demikian sedikit tips untuk pengisian konten branding sosial media yang efektif, menurut pengalaman kami sebagai Digital Marketing Agency di Indonesia, semoga berguna bagi anda. Bila anda masih membutuhkan info lebih lanjut untuk proyek brand building anda, jangan segan untuk menghubungi kami melalui kanal chat atau email yang ada di website kami.

LAYANAN KAMI UNTUK BRAND ANDA

Visual

Posting yang baik didampingi oleh visual foto maupun video yang mewakili suara brand anda

Strategi

Posting pada waktu yang tepat dan melalui platform yang tepat

Desain

Suara Brand yang teratur ke profil target market anda, membuat strategi social media anda terarah, efektif, dan efisien

internet marketer semarang

Bagaimana Mengatur Gaya Bahasa Yang Tepat di Social Media

Sebagian besar brand pada awal memasuki dunia social media marketing memiliki pemikiran bahwa “ah, kan hanya posting-posting status biasa ditambah foto cantik, seperti akun pribadi saya”, dan 2-3 bulan kemudian kecewa karena gagal mendapatkan interaksi yang diinginkan.

Kami di Warak Ngendog pun sering mendapat perlakuan seperti ini dari calon klien kami, dan setelah kami ajak diskusi, barulah calon klien kami mengerti dari sudut pandang kami sebagai internet marketer. Dan berikut kami akan memberikan sedikit tips marketing Facebook untuk bisnis UKM ataupun brand yang sudah berjalan, yang bisa anda aplikasikan dengan mudah walau dari level manapun anda sekarang – UKM pemula yang baru memulai usaha dari rumah, ataupun anda yang sudah veteran di dunia social media marketing.

 

1. Magic datang dari konten anda

Di tiap harinya ada jutaan konten baru di Facebook, namun tidak semuanya merupakan konten yang berguna dan menarik bagi target market anda. Konten yang berguna dan menarik inilah asal magic yang akan terjadi bagi brand atau usaha anda, dan disinilah fokus anda sebagai marketer harus berada.

Dengan berfokus pada satu niche, satu tema, dengan tujuan untuk memberikan informasi atau hiburan yang berguna dan layak dishare bagi pembacanya akan membuat konten anda menonjol diantara jutaan konten bertema sama yang hadir di Facebook setiap harinya.

Sederhana saja untuk mengecek bahwa konten anda kira-kira berguna atau tidak, cukup pertanyakan pada diri anda, “seandainya saya membaca konten seperti ini, apakah saya sendiri tertarik?”

Disini kreativitas anda diuji, karena audiens social media selalu menuntut akan konten yang menarik perhatian mereka.

 

2. Kenali audiens anda

Hal yang terlupakan oleh marketer internet pemula adalah, mereka lupa bahwa pada dasarnya Facebook adalah media sosial, media untuk melakukan sosialisasi.

Luangkan waktu dan tenaga anda untuk mengenali siapa audiens anda dan membuat konten yang sesuai dengan apa yang diminati oleh audiens anda. Anda akan menciptakan satu konten yang komunikatif, hangat, dan terasa dekat dengan audiens anda.

 

3. Faktor gadget

Sebagian besar pengguna Facebook membaca timeline dari handphone. Ini artinya mereka melakukan scrolling dengan cepat, memiliki perhatian yang singkat dan mudah berubah karena pengaruh apa yang terjadi di lingkungan sekitar mereka selama membuka Facebook.

Jadi selain mampu menarik perhatian, konten andapun harus pendek, singkat, to the point dan tidak bertele-tele, dan save the best for first. Anda hanya punya waktu 8 sampai 10 detik perhatian penuh bagi pembaca serius (dan lebih singkat bagi pembaca tak serius), jadi usahakan konten inti anda bersifat menghibur, jelas, namun tak terburu-buru atau memaksa selama 8-10 detik durasi awal konten anda.

 

4. Reshare konten viral

Sedang ada hal yang viral di internet? Tak masalah untuk melakukan reshare di akun bisnis anda, namun ada beberapa poin yang penting untuk diperhatikan mengenai tehnik sharing sesuatu yang sedang viral;

  • Timing
    Waktu anda harus tak boleh terlalu lama sebelum kejadian, karena kalau tidak konten itu sudah terlanjur basi. Ingat, ada ratusan akun lain yang melakukan reshare atas hal yang sama. Jadi anda pun harus bergerak cepat
  • Unik
    Walaupun reshare, anda harus menyertakan caption tulisan yang membedakan reshare post anda dari reshare post yang lain.

 

5. Gaya bahasa

Hal lain yang kadang luput dari perhatian adalah gaya bahasa. Anda mau mempersingkat waktu dan malas mengetik panjang, jadi anda menyingkat kata “yang” menjadi “yg” misalkan. Atau terkadang anda ingin membuat tulisan yang lucu, dan melupakan gaya bahasa yang baku.

Bila anda melakukan hal ini di akun pribadi hal ini bukanlah masalah. Namun bila ini anda lakukan di akun bisnis atau akun jualan, hal sederhana ini walau terlihat sepele akan cukup melukai brand anda. ini karena didasarkan pada analogi sederhana, komunikasi bisnis atau berjualan harus dilakukan pada saat berhadapan dengan orang lain pun harus dilakukan dengan santun dan sopan walaupun orang yang anda hadapi santai, kan?

Demikian sedikit tips untuk pembuatan konten social media yang semoga berguna bagi anda, dan bila anda masih membutuhkan info lebih lanjut, jangan segan untuk menghubungi kami melalui kanal chat atau email yang ada di website kami.

Tips Sukses Promosi via Media Sosial untuk Pemula

Tips media sosial untuk UKM dan pengusaha

Media sosial memberikan kesempatan besar dalam menyebarkan brand awareness selain kesempatan meningkatkan penjualan. Namun media sosial juga terbukti menjadi tantangan besar bagi para pengusaha UKM atau wiraswasta digital… kami paham karena kami pernah berada dalam posisi serupa.

Kami disini hendak berbagi beberapa tips dalam penanganan media sosial usaha anda.

1. Buat komitmen

Komitmen merupakan hal yang sulit dilakukan, terutama bila posting anda sama sekali tidak direspon siapapun dalam jangka waktu yang lama.

Mulailah dari membuat strategi, membuat tujuan yang jelas untuk apa anda membuat akun media sosial usaha anda, dan yang paling penting apa kategori akun media sosial yang sukses menurut konsep usaha anda. Apakah brand awareness? Apakah penjualan? Atau keduanya?

Membuat rencana merupakan langkah awal untuk membantu anda berkomitmen untuk terus menjalankan akun media sosial usaha anda.

2. Berbagilah pada dunia, siapa anda.

Selalu ingat bahwa media sosial adalah bertujuan untuk menciptakan interaksi sosial secara digital. Pengguna menggunakan media sosial untuk berinteraksi dan berbagi konten kepada sahabat, berhubungan dengan rekan, dan tentu saja, berhubungan dengan anda sebagai sebuah brand. Jadi selalu tekankan pendekatan secara sosial dalam konten anda secara alami, bisa mendekatkan diri secara brand bila anda berwujud badan usaha ataupun secara pribadi bila anda adalah pengusaha pribadi.

Ide ini memang terdengar abstrak, namun untuk penyederhanaannya adalah; selalu berbagi tentang siapa anda, apa yang membuat anda unik sebagai pengusaha atau UKM. Apakah nilai yang anda pegang? Atau pegawai-pegawai anda? Atau produk anda? Cara sederhana untuk menilai ini adalah dengan bertanya pada diri anda : apa yang membuat anda tertarik untuk mengikuti akun media sosial seperti yang anda buat? Apa yang membuat anda tertarik untuk membagikan konten yang anda buat ke teman anda?

3. Konten

Membuat posting di media sosial bukan hanya mengenai produk anda dan keuntungan yang bisa konsumen anda dapatkan dengan membeli produk anda, tapi juga mengenai membantu calon konsumen atau dalam hal pelayanan after sale. Sediakan informasi relevan dan yang memang berguna bagi pangsa pasar anda. Sehingga, audiens anda akan selalu kembali ke anda, karena dimata mereka, anda adalah orang yang bisa dipercaya dan pakar dalam hal usaha yang anda geluti

4. Fokus dan tanggung jawab pada platform yang anda buat

Salah satu godaan dalam media sosial adalah membuat multiplatform, dengan jebakan utamanya adalah tak ada waktu untuk mengelola banyak platform.

Berapa banyak dari kita semua yang tergoda untuk terlihat bergengsi dan membuka akun di Facebook, Twiter, Instagram, Linkedin, Pinterest, dan berakhir dengan akun itu terbengkalai?

Saya tidak mengatakan untuk berfokus hanya pada satu platform saja, akan tetapi semua kembali pada alokasi waktu anda sendiri. Kalau anda hanya kuat membuka 1 platform, fokuslah pada platform tersebut. Kalau anda bisa mengatur waktu dan tenaga kreativitas anda untuk membuka 5 platform, bukalah 5 platform.

Mulailah dengan satu platform. Dengan berfokus pada satu platform yang mampu anda tangani, anda akan mengasah terus kemampuan anda dan mampu berfokus mengumpulkan banyak audiens yang memang tertarik pada konten anda, dan membuat anda mampu merasakan nuansa platform tersebut.

Dan hanya bila anda sudah menguasai platform tersebut, anda bisa menambah platform lain.

Ini karena miskonsepsi utama dari wiraswasta dan UKM digital adalah sebenarnya dibutuhkan waktu yang lama, usaha yang panjang, dan konten yang berbagai macam untuk membangun satu media sosial yang sukses. Media sosial bukanlah tombol ajaib yang akan secara otomatis membuat orang tahu mengenai brand anda.
Jadi sebagaimana usaha konvensional, mulailah dari lingkaran kecil, untuk beralih ke lingkaran yang lebih besar lagi, untuk terus menanjak ke tingkat audiens yang lebih tinggi lagi.

Bila anda masih perlu penjelasan lebih lanjut, kami siap membantu.